rss

Juli 09, 2011

CHNTPW || Cara Menghapus Password User Account Windows menggunakan Linux Ploplinux

Chntpw adalah program pada Os Linux yg dapat menghapus atau bahkan mengubah password user account pada Os Windows NT (2000, XP, 7). Secara singkat, proses chntpw menghapus password adalah:

  • Load Os Linux (yg padanya terdapat program chntpw tentunya).
  • Mount partisi windows.
  • Perintahkan chntpw untuk memproses registry windows di ..\WINDOWS\system32\config\SAM
  • Berikan argument "-i" pada chntpw jika ingin memilih beberapa opsi selain "menghapus" password.


Berikut ini adalah langkah detil menghapus password windows XP menggunakan Ploplinux 4.1.0


A. Menambahkan PXE server.
---------------------------------------------------------------------------------------

Baca dan buatlah terlebih dahulu PXE server seperti yang dilakukan pada post saya yang lalu. Jika telah membuat master PXE, dan menggunakan ploplinux-4.1.0 (Download release terakhir), maka lakukanlah:

Notice:
Selalu perhatikan penamaan file jika memiliki versi aplikasi
atau susunan folder yang berbeda.
  1. Ekstrak 'ploplinux-4.1.0.zip' ke folder sementara, misalnya ke 'c:\'.
  2. Copy folder 'c:\ploplinux-4.1.0\ploplinux' paste kedalam folder 'c:\pxe\ploplinux\' ~.
    xcopy c:\ploplinux-4.1.0\ploplinux c:\pxe\ploplinux\ /E /F /H
  3. Copy folder 'c:\ploplinux-4.1.0\syslinux' paste kedalam folder 'c:\pxe\ploplinux\' ~.
    xcopy c:\ploplinux-4.1.0\syslinux c:\pxe\ploplinux\ /E /F /H
  4. Buka file 'c:\pxe\pxelinux.cfg\default' ~.
    notepad c:\pxe\pxelinux.cfg\default
  5. Tambahkanlah pengaturan berikut ini dibagian paling bawah:
    label Plop
    menu label Plop Linux
    kernel /ploplinux/kernel/bzImage
    append initrd=/ploplinux/kernel/initramfs.gz vga=1 smbmount=//192.168.1.101/pxeshare:"":""

  6. Sekarang folder "sementara" anda dapat dihapus.
    rd /s /Q c:\ploplinux-4.1.0\
  7. Ubahlah 'Boot file' pada tftpd32 menjadi: pxelinux.0 (pxelinux dot NOL)
  8. Lakukanlah booting komputer target/client, seperti dijelaskan pada post sebelumnya.
  9. Jika langkah-langkah dilakukan tanpa kesalahan, maka Command ploplinux akan tampil.

B. Hapus Password User Account Windows XP
---------------------------------------------------------------------------------------

Langkah berikut ini dilakukan pada komputer target/client, yang telah di-boot menggunakan ploplinux. Ingatlah bahwa pada linux, penamaan file/folder adalah case-sensitif (ANda dan anDA adalah berbeda). Pada command ploplinux lakukan:

  1. Buat sebuah folder untuk melakukan mount hardisk yang berisi partisi windows XP.
    mkdir /mnt/xp
  2. Saya punya satu Harddisk dan instalasi windows Xp berada pada partisi pertama. Didalam linux, partisi pertama hardisk pertama disebut HDA1, maka:
    mount -t ntfs-3g /dev/hda1 /mnt/xp
  3. Pastikan bahwa mount berhasil dengan mengetikkan:
    ls /mnt/xp
  4. Anda akan melihat File maupun folder yang berhubungan dengan Windows XP. Jika tidak, maka anda harus mengetahui dengan pasti pada harddisk atau partisi mana Windows XP berada.

  5. Siap... Mulai:
    chntpw /mnt/xp/WINDOWS/system32/config/SAM -i
  6. Akan tampil beberapa pilihan, silakan pilih.
  7. Saya pilih '1' karena ingin meng-edit user data dan password.
  8. Jika pilih '1', maka masukkan Nama user. Jika ingin menghapus password Administrator, tekan enter.
  9. Pilih '1' dan tekan enter, untuk menghapus password.
  10. Setelah berhasil, ketik tanda seru (!), lalu enter.
  11. Ketik 'q'. Ketik 'Y' pada saat akan keluar dari CHNTPW. Ketik 'reboot' untuk restart Komputer.
  12. Ho..ho.. selesai.

Setelah selesai, boot ke harddisk, jangan PXE.

Perlu diingat adalah bahwa post ini adalah kelanjutan dari post sebelumnya tentang PXE server. Untuk melakukan cara ini tanpa membuat Master PXE, maka ubahlah beberapa penamaan folder, serta sharing/Permission file yang diperlukan. Selalu perhatikan bahwa IP address harus disesuaikan dengan IP yang dipakai pada komputer anda.


Baca selengkapnya...

Juli 01, 2011

PXE Install Windows XP || Cara Install Windows XP Melalui Jaringan LAN Ethernet

Pxe adalah singkatan Pre-Execution Environtment, yaitu proses mempersiapkan (boot) komputer untuk menerima perintah-perintah sistem operasi yang umumnya bertujuan untuk proses instalasi melalui Jaringan. Namun PXE juga digunakan untuk menjalankan proses OS sepenuhnya (Live Os). Dengan PXE, instalasi WinXP dilakukan tanpa CD, DVD, flashdisk atau HDD eksternal, melainkan dengan cara menghubungkan 2 komputer. Saya menulis petunjuk ini dengan harapan supaya mengerjakan PXE install sepenuhnya berbasis windows, dan yang paling penting agar saya sendiri tidak lupa bagaimana cara melakukannya.
Baca selengkapnya

Aplikasi yang diperlukan:
1. TFTD32 by Ph. Jounin
2. BinL Server
3. INF Parser
4. CD Instalasi Windows XP
5. Driver (baik file .INF maupun .SYS dari Network Card yang dipakai).
6. XCACLS.VBS (jika bekerja menggunakan Command Prompt dan NTFS adalah file system anda).

Perangkat (Hardware) yang mendukung:
1. Sumber/Server: Komputer/Laptop/Netbook yang dilengkapi Network Card dan/atau memiliki WiFi.
2. Target/Client: Komputer/Laptop/Netbook yang dilengkapi Network Card dengan fitur NIC dan/atau memiliki WiFi.

Notice: Anda dapat menggunakan VirtualBox sebagai Target/Client.

Anda harus:
1. Mengerti dan dapat melakukan pengaturan koneksi windows sharing baik menggunakan Ethernet LAN (kabel) atau bahkan WiFi.
2. Mengerti dan dapat melakukan pengaturan File Sharing, dan NTFS security / NTFS Permission (jika anda menggunakan NTFS).
3. Mengerti Command Prompt pada Windows XP/7 (NT)
====================================================================================================================================================================

Langkah - langkah:
Notice: Banyak cara untuk melakukan langkah-langkah dibawah ini. Demi kemudahan, saya pilih melakukannya melalui command prompt. Demi ketertiban, nama-nama folder saya tentukan sendiri. Meskipun anda bebas menentukannya. Jika disebutkan folder PXE, itu berarti c:\pxe

I. Pada Komputer Sumber atau Server.

A. Persiapan file dan Software.

Notice: Pastikan bahwa pengaturan jaringan telah siap dengan IP address static (misalnya 192.168.1.101) Semua command harus dijalankan sebagai administrator.

1. Aktifkan Command Prompt. Jangan ditutup hingga semua langkah-langkah selesai~.
Start-Run-cmd

2. Buat beberapa subfolder~.
mkdir c:\pxe\winxp
mkdir c:\pxe\parser
mkdir c:\pxe\INF

3. Berpindah ke folder PXE ~.
cd c:\pxe

4. Masukkan CD Windows XP pada cd-rom drive. (Mount jika menggunakan image .iso) Perhatikan drive letternya, misalkan "D".

5. Copy seluruh isi CD, dan paste ke c:\pxe\winxp~.
xcopy d:\*.* c:\pxe\winxp\ /E /F /H

6. Ekstrak TFTPD32.zip dan tempatkan seluruh hasil ekstrak pada folder PXE.

7. Ekstrak binlsrv.zip dan Tempatkan binlsrv.exe pada folder PXE.

8. Ekstrak infparser.zip dan Tempatkan seluruh hasil ekstrak pada folder c:\pxe\parser.

9. Cari dan Copy File NTDETECT.COM, STARTROM.N1_, SETUPLDR.EX_, paste di folder PXE~.
copy c:\pxe\winxp\i386\NTDETECT.COM c:\pxe\
copy c:\pxe\winxp\i386\STARTROM.N1_ c:\pxe\
copy c:\pxe\winxp\i386\SETUPLDR.EX_ c:\pxe\

10. Expand file STARTROM.N1_ dan SETUPLDR.EX_ ~.
expand -r STARTROM.N1_
expand -r SETUPLDR.EX_

11. Rename file SETUPLDR.EXE (hasil proses expand) dengan nama NTLDR (tanpa ekstensi)~.
ren setupldr.exe NTLDR

B. Persiapan Driver dan Network Sharing. ------------------------------------------------------------------------

Notice: Langkah ini merupakan langkah penting dan sedikit rumit. Rumit karena meskipun beberapa vendor umum network card telah menyiadakan driver instant, namun beberapa type memiliki driver dengan teknik install khusus. Pahami dan sesuaikan dengan lingkungan hardware anda. Anda mungkin akan mendapatkan driver untuk network card pada CD kumpulan driver untuk motherboard yang bersangkutan. Jika CD driver tidak tersedia, maka silakan download di internet. File driver yang umumnya diperlukan hanyalah berupa file dengan ekstensi .INF dan .SYS
Pada posting saya yang akan datang, akan saya share cara mendapatkan driver untuk keperluan instalasi Windows XP.
------------------------------------------------------------------------

Untuk tujuan percobaan, saya menggunakan sun xVM VirtualBox versi 2.2.0 berikut setting yg relevan pada VirtualBox saya:
|-OS: Windows XP
|-Network: PCNet-FAST III(Am79C973) -- Host Only Network
Aktifkan dan Atur Virtual Network hasil instalasi VirtualBox, ketik perintah berikut: ~.
control ncpa.cpl
Atur VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter agar menggunakan IP static 192.168.1.101 Subnet Mask 255.255.255.0 Untuk tujuan percobaan pula, pastikan bahwa Network/Jaringan yang aktif hanya VirtualBox Host-Only Ethernet Adapter. Disable yang lainnya jika ada.
------------------------------------------------------------------------

12. Dikarenakan file driver untuk PCNet-FAST III(Am79C973) adalah pcntpci5.sys dan netamd2.inf maka cari dan copy file .SYS ke c:\pxe\winxp\i386 dan .INF ke c:\pxe\INF Kebetulan file ini ada dalam CD Windows XP dan sudah pada tempatnya, hanya saja .INF masih berbentuk “.IN_”. Untuk memproses file INF ini, ketikkan perintah: ~.
1. copy c:\pxe\winxp\i386\NETAMD2.IN_ c:\pxe\INF\
2. expand -r c:\pxe\INF\NETAMD2.IN_
3. c:\pxe\parser\infparser c:\pxe\inf
4. copy c:\pxe\parser\nics.txt c:\pxe\
--(pastikan bahwa di folder PXE telah ada file nics.txt).

13. Atau anda dapat mencoba jika Network Card anda telah tersedia di CD WindowsXP dengan cara: ~.
expand -r c:\pxe\winxp\i386\DRIVER.CAB -F:*.sys c:\pxe\winxp\i386
expand -r c:\pxe\winxp\i386\*.IN_ c:\pxe\INF\

14. Semakin banyak Driver yang ditambahkan semakin baik, karena ukuran filenya tidaklah besar. Jadi jika masih memiliki driver Jaringan yang lain, tambahkan lagi file .INF ke folder c:\pxe\INF dan file .SYS ke folder c:\pxe\winxp\i386\

15. Saatnya meminta InfParser untuk mengolah .INF kita~.
c:\pxe\parser\infparser c:\pxe\inf
copy c:\pxe\parser\nics.txt c:\pxe\ --(pastikan bahwa di folder PXE telah ada file nics.txt).

16. Share folder PXE dengan nama PXESHARE~.
Net Share PXESHARE=c:\pxe

17. Jika folder PXE berada pada Drive dengan File System FAT/FAT32 lanjutkan ke langkah berikutnya. Jika menggunakan File System NTFS, maka atur NTFS Security Permission dengan memberikan Permission-> Read & Execute, List Folder Contents, Read.
Akan lebih mudah jika menggunakan Windows Explorer untuk keperluan ini. Namun Supaya panduan ini ringkas, download dan tempatkan file XCACLS.VBS pada c:\windows\system32 atau pada folder PXE. (Proses ini akan memakan waktu cukup lama)~.
XCACLS.VBS c:\pxe /G Everyone:X /E /F /S /T

C. File Konfigurasi
------------------------------------------------------------------------

Notice: Dikarenakan saya menggunakan static IP Address 182.168.1.101, maka tercantum 182.168.1.101 dalam winnt.sif Ubahlah dengan IP Address yang sedang anda gunakan.
------------------------------------------------------------------------

18. Proses Instalasi XP memerlukan sebuah file configurasi yaitu WINNT.SIF. Buatlah menggunakan Notepad~.
notepad c:\pxe\WINNT.SIF
Klik Yes pada pesan yang tampil.

19. Ketik atau copy-paste teks berikut kedalam notepad~.

[SetupData]
OsLoadOptions = "/fastdetect"
SetupSourceDevice = "\Device\LanmanRedirector\192.168.1.101\PXESHARE\winxp"

20. Save, lalu tutup notepad

D. Pengaturan PXE server
------------------------------------------------------------------------

21. Aktifkan PXE Server dengan perintah: ~. tftpd32.exe

22. Pada peringatan Firewall yang tampil, klik Allow. Ini penting karena kita tidak mau Firewall memblokir TFTPD32.

23. Atur TFTPD32 seperti dibawah ini: |- Pastikan bahwa "Current Directory" adalah C:\pxe dan "Server Interface" adalah IP yang anda gunakan sekarang. |- Buat sebuah file text menggunakan notepad dan beri nama Tftpd32.ini, isi file ini adalah:

[TFTPD32]
Negociate=1
VirtualRoot=1
[DHCP]
IP_Pool=838969536
PoolSize=10
BootFile=startrom.n12
Mask=16777215

24. Jika TFTPD32 telah aktif, aktifkan pula BinlSrv.EXE~.
binlsrv.exe

II. Pada Komputer Target atau Client.
------------------------------------------------------------------------

25. Pastikan Kabel jaringan telah terpasang.

26. Untuk dapat boot melalui jaringan (PXE/NIC), diperlukan pengaturan PXE/NIC Boot ROM pada BIOS agar di-set ENABLE. Namun disini tidak dijelaskan karena tiap-tiap Motherboard mungkin berbeda cara bahkan istilahnya pun berbeda-beda, hanya saja melalui internet banyak petunjuk untuk melakukannya.
|- Aktifkan PXE/NIC boot rom pada komputer Client.

27. Untuk memilih Boot melalui jaringan biasanya digunakan tombol tertentu misalnya F12 pada saat boot.
|- Pilihlah PXE/NIX/LAN.

28. Berikut ini jika menggunakan VirtualBox:
➢ Aktifkan VirtualBox, dan klik New.
➢ Pada Wizard klik Next, lalu Ketikkan Nama Virtual, misalnya XP-PXE. Pada OS pilih Microsoft Windows. Pada Version pilih Windows XP. Lalu Next.
➢ Tentukan besar Memory untuk Virtual Machine. Misalnya 512.
➢ Klik Next hingga Finish.
➢ Klik XP-PXE, lalu klik Settings.
➢ Klik Menu Network. Pada Tab Adapter 1, Centang “Enable Network Adapter”.
➢ Pada “Adapter Type” pilih PCNet-FAST III(Am79C973).
➢ Pada “Attached to” pilih Host Only Network.
➢ OK

29. Klik Start, klik pada window yang tampil, tekan F12 OK pada setiap pesan yang tampil.

30. Ketik L, dan nikmati PXE Install Windows XP.


Sebelum membuat tulisan ini, saya melakukan pencarian google dengan query:
Cara install windows xp melalui jaringan LAN , install Windows xp via LAN , cara menginstal windows xp , LAN boot windows xp , pxe boot windowsxp , membuat pxe server berbasis windows , pxe boot xp without samba and NFS , binl , tftpd32 , driver INF parser , using xcacls.vbs , bagaimana proses boot pxe RIS windows

Baca selengkapnya...

Juni 26, 2011

PXE Boot menggunakan Windows sebagai server

Under Reconstruction

Jika kita terbiasa me- install Windows dengan media CD, DVD, (external) Harddisk atau USB Flashdisk, bahwasanya ada satu lagi media yang dapat digunakan yaitu: Komputer, via jaringan (kabel) memanfaatkan fitur PXE / nic network card. Karena pxe berhubungan dengan jaringan, pengetahuan tentang jaringan hendaknya anda kuasai, misalnya: pemasangan perkabelan, pengaturan IP, Firewall, file sharing, dan pengaturan access permission (jika menggunakan file system NTFS). Walaupun hal itu relevan, saya serahkan kepada para pembaca untuk memahaminya. Selanjutnya, adalah mengaktifkan fitur pxe.
Bagaimana menentukan apakah network card komputer yang akan di- install (client) memiliki fitur pxe?


Under Reconstruction.

A. Cara memulai atau memeriksa ketersediaan fitur PXE pada komputer client

Pada saat komputer diaktifkan, proses boot berlangsung. Masuklah ke menu BIOS, dan tuju menu / submenu yg berhubungan dengan urutan BOOT device. Pada urutan pertama boot device, tekan enter dan lihatlah pilihan yang tersedia. Ada banyak istilah yang dipakai pada setiap bios, misalnya: PXE, pci-nic, LAN boot rom, network boot agent, atau bahkan menyebutkan merk speficik misalnya: Realtek-nic, Nvidia boot agent, intel pxe rom.
Cara termudah adalah dengan menekan tombol tertentu untuk menampilkan menu boot device, misalnya tombol: F12, atau F9, atau ESC, atau TAB, atau DEL.

B. Mempersiapkan Komputer Sumber / Server untuk proses PXE

PXE umumnya dilakukan dilingkungan UNIX, untuk melakukannya pada Windows (saya gunakan Windows XP sp2), File/program yang diperlukan adalah:
  1. tftpd32 by p.h. Jounin.
  2. syslinux
    Hanya perlu file 'pxelinux.0'.
  3. Salah satu distro Live Linux
    Saya pilih partedmagic-pxe 3.4, karena kebetulan saya punya dan kapasitas file kecil. Ploplinux atau Damn Small Linux juga berkapasitas kecil. Linux disini ditujukan untuk menguji berhasilnya PXE boot.

Anda perlu menguasai :
  • Cara mengatur IP address LAN menjadi static misalnya: 192.168.1.101
    Pastikan hanya IP inilah yang sedang aktif pada komputer sumber/server.
  • Cara menggunakan command prompt.
    Saya menggunakan command untuk kemudahan tulisan ini, meskipun pada beberapa langkah, command-nya saya tidak bisa. Jika anda bisa tanpa command prompt, toh hasilnya sama saja.
  • Cara mengaktifkan pxe.
  • Penamaan file & folder.
    File/folder penamaannya tergantung anda, dan versi program.

Langkah-langkah persiapan pxe boot:

  1. Buat sebuah folder. Saya memberinya nama PXE, terletak di 'c:\' ~.
    ~ mkdir c:\pxe
  2. Ketahui file system yang ditempati Folder PXE. Jika NTFS, aturlah access permission dengan menambahkan 'Everyone' dengan hak Read and Execute ~.
    ~ XCACLS.VBS c:\pxe /G everyone:X /E /F /S /T
  3. Ekstrak pmagic.zip, letakkan didalam folder 'c:\pxe\'
  4. Ekstrak tftpd32.zip, letakkan didalam folder 'c:\pxe\'
  5. Untuk setting Tftpd32, buatlah file dengan nama 'tftpd32.ini' didalam folder 'c:\pxe\' ~.
    ~ notepad c:\pxe\tftpd32.ini
    Akan tampil notepad dengan message, klik Yes.
  6. Ketik atau copy teks berikut ini kedalam tftpd32.ini
    [TFTPD32]
    Negociate=1
    VirtualRoot=1
    BaseDirectory=.
    [DHCP]
    IP_Pool=838969536
    PoolSize=10
    BootFile=pxelinux.0
    Mask=16777215
  7. Save lalu tutup notepad.
  8. Aktifkan tftpd32.exe
    Pertama kali mengaktifkan, message dari Firewall akan tampil. Pilihlah 'Allow'.
  9. PartedMagic memerlukan beberapa pengaturan agar dapat boot.
    Buatlah folder 'c:\pxe\pxelinux.cfg\' ~.
    ~ mkdir c:\pxe\pxelinux.cfg\
  10. Didalam folder 'c:\pxe\pxelinux.cfg\' buatlah file 'default' (tanpa ekstensi) ~.
    ~ notepad c:\pxe\pxelinux.cfg\default
    Akan tampil notepad dengan sebuah message, klik Yes.
  11. Ketik atau copy teks berikut ini :
default pmagic
prompt 0
noescape 0
allowoptions 0
timeout 100

label pmagic
menu label Parted Magic
kernel /pmagic/pmagic/bzImage
APPEND noapic initrd=/pmagic/pmagic/initrd root=/dev/ram0 init=/linuxrc tmpfs_size=300M ramdisk_size=350000

Jika nantinya ditemukan masalah dalam boot, nilai '300M' dan '350000' dapat diatur ulang, menyesuaikan dengan besarnya RAM fisik anda.
Jika masalah terletak pada graphic (tampilan), coba tambahkan variabel 'xvesa' setelah variabel 'init=/linuxrc'.
Ada beberapa variabel yang tidak diperlukan dalam setting diatas, namun hal ini untuk keperluan menambahkan OS lainnya.
  • Save dan tutup notepad.
    Pastikan bahwa file 'default' tidak ber-ekstensi dengan command: ~.
    ~ ren c:\pxe\pxelinux.cfg\default.txt default
  • C. Memulai proses PXE boot.

    1. Hubungkan kabel jaringan antara Server dan Client.
    2. Dikarenakan Komputer server telah dipersiapkan (tftpd telah aktif), jadi tinggal mengaktifkan komputer client.
    3. Boot komputer client menggunakan media PXE (jaringan).
    Jika semua proses dilakukan dengan benar, maka setelah beberapa saat Desktop Parted Magic akan tampil. Ini berarti PXE boot telah sukses. Pada post lainnya, akan saya lanjutkan dengan cara menambahkan menu boot dan pilihan lain dalam PXE.


    Baca selengkapnya...

    Follow

    Blog Archive